Mediapintara.net-Banten,JIAT merupakan sistem irigasi yang dirancang untuk meningkatkan produktivitas pertanian di wilayah dengan keterbatasan akses air permukaan, seperti sawah tadah hujan. Melalui sistem ini, air tanah dimanfaatkan sebagai sumber utama untuk mengairi lahan pertanian.
Melalui optimalisasi potensi air tanah untuk irigasi, diharapkan produktivitas pertanian dapat meningkat, terutama pada wilayah dengan keterbatasan akses air permukaan.
Proyek pekerjaan yang diduga merupakan pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Kampung Gunalong, Desa Tejamari, selain itu di Desa Curug Agung, Desa Cisalam dan Desa Sukacai Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, menuai sorotan LSM. Pasalnya, proyek yang harus nya selesai di 2025 masih dikerjakan hingga kini di 2026
LSM GPS Banten menyoroti proyek JIAT(Jaringan Irigasi Air tanah) Kabupaten Serang ,terutama yang berlokasi di kecamatan Baros Proyek ini diduga sarat penyimpangan , pasalnya proyek yang semestinya selesai tahun 2025 , sekarang sudah masuk tahun 2026 masih belum selesai.
Dalam waktu dekat ini LSM GPS Banten akan layangkan surat audensi ke BBWS C3 Banten, "mudah-mudahan minggu minggu ini kami masukan suratnya",Pungkas Aziz
Pembangunan JIAT yang dilaksanakan oleh BBWS C3 merupakan bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Kesejahteraan Petani. Pada tahap pertama, kegiatan ini mencakup 30 titik yang tersebar di Kabupaten Serang dan Kabupaten Pandeglang.
Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan pasti dari pihak BBWS C3 mengenai permasalahan ini.
(Red).

